Bila Seks Mulai Menjadi Rutinitas yang Membosankan

Seiring berjalannya waktu, semakin lama perjalanan pernikahan, banyak pasangan tak menyadari pentingnya sentuhan. Kebosanan seksual bisa dibilang merupakan epidemik. Gejalanya antara lain: pasangan yang saling mencintai, jarang cekcok, ingin keadaan selalu baik-baik, dan kehidupan seks adalah kegiatan rutin. Pasangan seperti ini biasanya menghindari perubahan, tak ingin mencoba risiko, dan cenderung bermain “aman”.

Trina Read, kolumnis sebuah situs khusus pasangan, mengatakan, ada banyak penyebab kebosanan seksual. Untuk pasangan yang sibuk, kebosanan seksual sering termanifestasi dalam bentuk seks yang “buru-buru”. “Lekas tanggalkan pakaianmu!”, atau “Cepatlah capai puncakmu!”. Intinya, pasangan didorong untuk cepat melakukan dan menyelesaikan supaya yang lain bisa langsung tidur, demikian menurut Trina.

Kebosanan seksual ini menyebabkan kegiatan bercinta hanya sebagai kegiatan yang rutin, atau hanya untuk memenuhi kewajiban sebagai suami-istri (atau lebih parah, sebagai alat membantu cepat tidur), alih-alih sebagai aktivitas yang memperkuat keintiman Anda dan suami. Padahal, orgasme kedua pihak merupakan suatu hal yang bisa mengeratkan hubungan pasangan. Pasangan seperti ini membutuhkan sesuatu yang baru, lucu, menyenangkan, atau sedikit berbahaya untuk “menghidupkan” hubungan atau membuat suasana lebih seru.

Yang diperlukan hanyalah kemauan keduanya untuk mengambil waktu  berduaan. Hentikan diri dari kesibukan dan nikmati sentuhan (juga menyentuh) sayang dari pasangan. Bermanja-manjaan dan berpelukan adalah tindakan sentuhan yang membantu pasangan untuk tetap intim. Menyentuh orang lain dengan tujuan untuk menenangkan adalah hal yang berbeda dari hanya sekadar sentuhan dengan hasrat untuk bercinta. Sentuhan kasih sayang di antara pasangan bisa membantu untuk menenangkan, menyayangi, dan membawa keduanya lebih dekat.

Namun ironisnya, sentuhan untuk menenangkan dan penuh kasih ini terkadang disepelekan. Mungkin pada awal pernikahan, suami atau Anda terbiasa untuk langsung menyentuh titik-titik genital, dan kebiasaan ini terbawa terus ke dalam pernikahan. Karena pengulangan pola yang sama, pasangan bisa merasa bosan dan menebak gerakan berikutnya dari Anda. Memang, di tengah kesibukan membagi tugas antara pekerjaan dan mengurus anak-anak, wajar jika Anda dan suami merasa kelelahan untuk mencoba kegiatan seks baru. Namun, hanya dengan saling memeluk, tidur bersebelahan sambil bercerita sebelum terlelap, dan saling menyentuh pun bisa membantu keintiman Anda.

Jika Anda memiliki waktu dan tenaga lebih, Anda bisa berinisiatif dengan membeli krim atau lotion pijat, lalu mulailah untuk memberikan pijatan terbaik untuk pasangan yang selama ini telah membuat segala sesuatunya lebih indah untuk Anda. Tanyakan pada pasangan, di mana mereka ingin disentuh? Jika ia membiarkan Anda yang memegang kendali, coba mulai dari kaki, naik ke betis, paha, bokong, punggung, pundak, lengan, dan ke ujung-ujung jarinya. Jangan lupa untuk menanyakan feedback. Siapa tahu ia tergerak untuk memulai sesuatu yang baru juga besok malam. Ingatlah, bahwa sentuhan yang tulus adalah komoditas yang paling diperlukan dalam kegiatan seksual yang sehat.

Iklan

2 Komentar

  1. wah…urusan ranjang no comment deh

  2. Reblogged this on <info[fiesta].


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s